link to Telkomsel
link to Telkomsel
link to Telkom Flexi
link to Mentari
link to Matrix
link to IM3
link to XL
link to XL
link to Indosat
link to XL
link to Indosat
link to Esia
link to Fren
link to Esia
link to Fren
link to Fren
link to Three
link to Esia
link to Indosat
link to Indosat
link to XL
link to XL
link to Indosat
link to Indosat
link to Indosat
link to Telkomsel
link to Telkomsel
link to XL
link to Indosat

There are 76 posts and 234 comments on this blog, if you cannot find what you intially looked for, use the search above and press 'go'!


Banyak yang kaget dengan harga baru Indosat. Jangankan anda, saya pun kaget !

Ya begitulah. Harga dasar naik cukup besar, sekitar 300-500 perak dari dealernya. Harga tersebut berdalih ‘harga konsorsium’. Bahasa sederhananya harga kesepakatan. Harga ini konon hasil kesepakatan para dealer. Ya, kita lihat aja arah-nya mau kemana.

Harga kesepakatan pada operator lain juga sering diberlakukan, biasanya tidak pernah berlangsung lama. Alih-alih harga kesepakatan, yang ada justru ‘harga kesepahaman”. Banyak yang melanggar kesepakatan sambil titip pesan untuk keep silent.

Saya coba tidak ambil pusing. Toh saya hanya penjual. Ada barang saya jual, ga ada barang ya libur jualan.

Bagi penjual mindset saya adalah bagaimana menjaga margin, bukan sekedar menjaga harga jual.

Kalo terpaksa harus naik, ya apa boleh buat. Tentunya diiringi dengan penjelasan yang baik kepada para mitra saya.

Buat saya sekarang ini jauh lebih pusing mikirin stok yang belum masuk-masuk, padahal sudah 2 hari saya bayar. Alhamdulillah setelah migrasi ke sistem stok, transaksi relatif lancar untuk area Jabar, tapi tidak demikian dengan proses transfer stok dari chip SD ke RS. Stok yang masuk saja lama-nya minta ampyunnnn… belum lagi stok yang terpending ga masuk-masuk.

Kondisi ini menyebabkan kadang-kadang server saya kehabisan stok untuk sementara waktu. Yaa mau gimana lagi…

Efek yang paling terasa jelas konsumen atau end-user. Harga dipasaran langsung naik, karena para retailer sudah pasti harus menaikkan harga jual. Belum lagi di beberapa tempat terjadi kekosongan barang.

Konsumen sudah cerdas. Jika tidak ada perubahan kebijakan dan perbaikan sistem dalam waktu dekat mereka pun tidak akan sungkan-sungkan untuk pindah ke operator lain, terlebih di negara kita “calling card‘ begitu menjamur alias abis pakai langsung buang.

Kita liat saja kondisi di lapangan minggu ini…

Dwi Lesmana Y

HP : 0857 2222 1111 - 022 9222 1111

YM : si_dwiles



Leave a comment or two

This entry was posted on Thursday, August 27th, 2009 at 6:24 am and is filed under Berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


3 Comments so far



  1. aditya on August 30, 2009 2:55 am

    feel free to leave a comment

    kalimat yg tersuguhkan di awal menulis comment

    ..

    yaaa.. kalau bisa..
    segera normal kembali harga Indosatnya..
    seperti sedia kala

    karena quantity trx Indosat terus meningkat, demand makin naik..
    tapi unsur kelangkaan memang membuat harga dasar Indosat mau tidak mau naik…

    n_n

  2. PL on September 29, 2009 7:29 am

    yang jelas keuntungan berkurqang boss…… namanya juga dagang

  3. farhan on October 25, 2009 9:58 am

    tau info harga vcr fisik xl ga bos,n dealer pulsa wilayah bandung .makasih

Name (required)

Email (required)

Website

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Feel free to leave a comment