link to Telkomsel
link to Telkomsel
link to Telkom Flexi
link to Mentari
link to Matrix
link to IM3
link to XL
link to XL
link to Indosat
link to XL
link to Indosat
link to Esia
link to Fren
link to Esia
link to Fren
link to Fren
link to Three
link to Esia
link to Indosat
link to Indosat
link to XL
link to XL
link to Indosat
link to Indosat
link to Indosat
link to Telkomsel
link to Telkomsel
link to XL
link to Indosat

There are 76 posts and 234 comments on this blog, if you cannot find what you intially looked for, use the search above and press 'go'!


Dalam suatu sesi pengajian semasa SMU dulu, guru ngaji saya sempat membahas masalah sunnah-sunnah yang harus ditempuh dalam mencapai sesuatu, kalo tidak salah tempo itu konteksnya adalah kepemimpinan. Saya sendiri lupa-lupa ingat detail yang dibahas, tapi poin pentingnya selalu menempel di kepala. Intinya dalam menggapai sesuatu butuh proses, proses ini memakan waktu, pikiran, tenaga dan juga sumber daya lainnya. Berapa lama waktu yang dibutuhkan sangat tergantung seberapa besar usaha yang kita keluarkan. Faktor luck mungkin ada tapi ini hanyalah pelengkap. Porsi terbesar masih dari seberapa antusias usaha yang kita lakukan.

Dalam konteks yang lain, konteks bisnis, hal ini coba saya terapkan. Sederhana memang. Tapi mungkin kita senantiasa lupa, dan mungkin juga memang sudah menjadi tabiat manusia apalagi di zaman modern ini segala sesuatu yang ingin kita raih ingin di dapat secara instan. Untuk lebih membumi saya langsung kaitkan apa yang ingin saya bahas secara lebih spesifik, yakni dalam konteks bisnis pulsa.

Sekitar 1800 hari yang lalu, pada saat saya mencoba memulai bisnis ini, saya benar-benar mulai dari 0. Dengan modal seadanya. Mulai dengan membuka konter di sebuah sekretariat di kampus dengan sistem bagi hasil, karena saya menumpang disana. Dalam beberapa bulan ada perkembangan dibantu dengan tambahan modal dari ortu bertambahlah konter saya menjadi 5 tempat, nambah terus hingga 6 dan 7. Selang 1 tahun langsung menjadi 15 tempat. Pada saat menanjak dengan cepat ini biasanya ada yang terlupakan, bahkan terlewatkan. Demi mengejar pertumbuhan manajemen internal menjadi korban. Ditambah lagi masa-masa itu adalah masa-masa emas OPJ (Outlet Pinggir Jalan) di Bandung.

Godaan baru mulai bermunculan. Margin jual ke end-user pada saat itu masih bisa 3000 untuk elektrik dan 4000 untuk fisik. Untuk ukuran 1 transaksi sungguh menggiurkan. Mulai terpirikir kenapa kita tidak menjual kepada orang lain dan biar orang lain yang menjual ke end-user. Model baru dikala itu coba kita jalani dengan margin setengahnya alias sekitar 1500-2000 perak. Biar cepat banyak, iklan di koran lokal setempat. Dering telepon di hp flexi (esia belum ada waktu itu) datang bertubi-tubi, ternyata banyak juga peminatnya. Tapi banyak yang tidak mengerti sistemnya dan minta dijelaskan, karena belum punya sales, terpaksa saya turun tangan langsung dibawah terik matahari, kadang hujan, mendatangi para calon mitra sekaligus menjemput deposit mereka.

Sekitar tahun 2005 hingga akhir tahun software pulsa otomatis belum ada, akhirnya pake software Mr Bill Gates alias Microsoft Excel, lebih tepatnya transaksi manual. Karena manual belum bisa sistem deposit yang disertai pengurangan saldo otomatis untuk setiap transaksi, walhasil sistemnya tagihan. setiap minggu dan rabu, 1 minggu 2 kali. Sistem trust kepada para mitra. Ternyata kepercayaan yang diberikan banyak disalahgunakan, banyak yang nunggak, ada juga yang kabur. Jumlahnya berjuta-juta. Untuk ukuran kala itu, sudah bikin usaha berantakan. Itu baru dari kerugian faktor eksternal. Dari internal tidak kalah banyak ‘bolong’-nya. Mulai dari salah input nomer, salah nominal, proses dobel dan lain sebagainya.

Triwulan pertama di tahun 2006 sungguh masa-masa kelabu untuk usaha ini, bisnis dengan modal ngepas, ditambah dengan uang yang sebagian besar dari investor, tata kelola keuangan dan manajemen transaksi yang tidak memiliki standar baku sudah cukup membuat kapal bocor ini karam. Singkat cerita, sampailah kami ke titik nadir. Server manual sempat dihentikan entah 2 atau 3 hari. Komplain sopan hingga bentakan keras tiap hari kami terima. Semua staf saya kumpulkan, untuk menjelaskan kondisi yang dialami oleh perusahaan. Tampang-tampang murung terlihat dari wajah mereka. Alhamdulillah tidak ada PHK. Pfuhhh, mungkin karena sabar Allah masih menolong…

Selang beberapa hari dengan modal dadakan 5 + 10 juta dari 2 orang teman, perlahan kami coba bangkit kembali. Meski bayangan hutang yang belum terlunaskan (hingga tembus diatas 100jt) terus menghantui, akan tetapi rasa optimis yang cukup tinggi mengalahkan semuanya. Mei 2006 konsep baru mulai dijalankan, kami berjalan lebih hati-hati, semua coba ditata lebih baik. Termasuk penggunakan software pulsa otomatis untuk pertama kali. HP Siemens S65 punya pribadi terpaksa saja jual, karena kurang modal untuk beberapa buah Siemens C55 lagi. Cuma laku 900rb tapi lumayan meski harga belinya dulu 3 kali lipat. Hikss.

Beberapa bulan menggunakan software pulsa otomatis terasa peningkatannya, belum banyak yang menggunakan software jadi bangga rasanya. Jadi ingat saat itu masih relevan iklan baris di koran kemudian mencantumkan kata-kata “transaksi ada report”. Kalo sekarang sudah jadi hal yang sangat standar, bahkan wajib. Awal tahun 2007 kantor yang sempat pindah dari Bandung ke Jakarta akhirnya kembali ke Bandung, tepatnya di Ciumbuleuit. Sebuah lokasi yang dingin dan nyempil. Cukup pas untuk usaha server pulsa.

Arah usaha semakin jelas, bahwa kita fokus di server pulsa. Artinya fokus di penyediaan pulsa, pelayanan transaksi dan after sales. Usaha tambahan paling-paling dari jualan perdana dan fisik, itupun masih seadanya. Outlet-outlet yang masih ada kami pangkas, sehingga biaya-biaya semakin ringkas. Hanya satu outlet di bilangan Salman yang kami pertahankan di Bandung. Pertambahan karyawan sebagian ditempatkan hanya untuk di kantor pusat.

Ternyata fokus menjadi salah satu kunci kelancaran usaha. Kuliah saya yang baru selesai hingga 7 tahun ternyata sedikit menghambat kefokusan. Apalagi masa itu semua kesibukan dikerjakan, kuliah, kerja dan juga bisnis. Kalau kita ingin merengkuh semuanya, adakalanya kita justru tidak akan mendapat apa-apa. Kurang lebih begitulah kata pepatah. Bos saya di kantor pernah menegaskan saya untuk fokus. Akhirnya keputusan berat harus diambil. Undur diri dari kantor, fokus kerjain skripsi, ternyata hanya 2 bulan fokus skripsi bisa kelar dengan nilai yang baik.

Alhamdulillah, Allah telah menunjukkan jalan-Nya. Lepas dari dunia kerja dan juga kuliah. 24 jam sehari terasa begitu panjang. Hampir seluruh waktu bisa dikerahkan untuk mengelola bisnis. Perlahan hasilnya mulai terlihat. Mulai dari jumlah transaksi yang berhasil melewati ambang batas minimal (threshold) usaha server pulsa -yang menurut saya sekitar 2000-3000an- terus dan terus bertambah hingga menembus sekian milestone yang pernah saya canangkan secara pribadi. Kabar baiknya adalah untuk para staff yang bisa naik gaji hingga minimal mencapai UMR.

Sempat 4 kali ganti software pulsa sampai akhirnya menemukan software yang nyaman meskipun tidak sempurna. Dari setiap software pulsa kita belajar banyak hal. Komputer jangkrik yang berfungsi sebagai server pun diganti dengan komputer server beneran meski masih kelas server standar. Hape hape siemens c55 dan juga temannya se t230 beserta kerabat dekatnya se t270 dan set290 perlahan mulai pensiun. Digantikan dengan beberapa varian wavecom dan i-tegno. Kantor pun kami pindahkan ke lokasi yang lebih layak dan nyaman, di Kota Baru Parahyangan, daerah yang asri, hening, tenang. Koq rasanya lebih nyaman. Investasi yang tidak sia-sia. Tak terasa perlahan semua hutang pun sudah terlunasi, tidak ada lagi uang para investor. Alhamdulillah lega rasanya jika bisa mandiri.

Setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Ya saya sendiri mengalaminya. Pada awal setelah mendarat di titik nadir tantangannya adalah keluar dari lilitan hutang, setelah itu adalah masa-masa pertumbuhan dengan segala seluk beluk untuk bisa mencapainya. Hmm, kalo kini rasanya masa untuk bertahan. Adaptif terhadap segala perubahan, entah itu teknologi, marketing, dan juga segala kebijakan-kebijakan dari para operator yang kadang diluar dugaan.

Tahapan-tahapan yang telah dilalui sungguh mendewasakan kami. Seorang mentor saya di kampus pernah mengatakan “kita mengambil hak sebagai pemimpin manakala telah menunaikan kewajiban sebagai bawahan”. Kalo saya terapkan dalam konteks usaha rasanya sungguh relevan. Sebelum menjadi master di salah satu usaha server pulsa hendaknya kita pernah menjadi agen terlebih dahulu, kalo sudah paham, jadi master akan cepat berkembang. Begitu pula bagi yang ingin memulai server pulsa, tidak perlu terburu-buru. Lalui saja tahapan-tahapannya secara perlahan insyaAllah pada waktunya tujuan anda akan tercapai. Modal uang berlimpah saja tidak cukup.

Baiklah, sudah cukup rasanya berceloteh. Usaha saya masih jauh dari sukses, usia 5 tahun masih belia untuk suatu usaha. Belum bisa dibilang settle. Tapi tidak ada salahnya mensyukuri apa yang sudah dicapai, karena janji Allah, barang siapa yang bersyukur, niscaya akan Allah tambah nikmat-Nya.

Mudah-mudah ada hikmah yang bisa dipetik oleh teman-teman sekalian.

Jadi kapan mau syukuran nich…. Kapan hayo ??

Dwi Lesmana Y

HP : 0857 2222 1111 - 022 9222 1111

YM : si_dwiles



Leave a comment or two

This entry was posted on Wednesday, April 15th, 2009 at 6:05 pm and is filed under Profil. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


11 Comments so far



  1. WAW on April 16, 2009 1:56 am

    Happy Birthday NetComm

  2. Zaki on April 16, 2009 3:28 am

    Met, Milad….

    Semoga menjadi Barokah !!!

    Sesuai tradisi syukuran….

    ya makan - makan hehe

  3. Dessy on April 16, 2009 3:40 am

    Semoga tambah sukses NetComm

  4. Ilham Rizqi Sasmita on April 16, 2009 6:01 am

    Proses yang benar, hasilnya bagus.

    Dirgahayu yang ke-5 untuk Netcomm. Salam dari Benhil dan Dai-Chi.

  5. saiadiid on April 18, 2009 7:30 am

    sudah, sudah dapet undangan nya nii untuk slametan nya…
    tapiiii…
    bukan tapi ajahh..
    jauhh buuu…
    heeheee…
    mudah2an ada yg mau bayarin juga, katanya naek travel cepet..
    mudah2an juga pas hari H selametan 5th kosong, jd bisa dateng..
    & ktemu mpunyaa Net Comm nii..
    blumm pernah ktemu soalnya…
    heehee..

  6. erry on April 19, 2009 4:50 pm

    Wow, amazing baca ceritanya pak, saya sedang meraba2 tentang bisnis ini… belum tau mau mulai dari mana, tapi alhamdulillah sudah mendapat gambaran dari cerita diatas. Terima kasih atas pengalaman yang telah di bagi bagi diatas. Mudah2an dapat menjadi kebaikan untuk yang lainnya. Juga saya mohon petunjuknya untuk dapat memulai dengan baik dan benar dari bapak. tks

  7. Lintong Sitorus on April 20, 2009 3:51 am

    Semoga Suskses Mas Dwi. Insya allah kami bisa meraih sukses spt mas dwi.Masalah Syukurannya dikirimin aja dech kemari,biar kita tau gimana nikmatnya pemghasilan mas dwi. hehe…

  8. -ty- on April 23, 2009 6:40 am

    Inspiratif…
    congrats nettcomm!

  9. hadie on July 3, 2009 2:50 pm

    sperti pepatah sedikit demi sedkit,lama2 jadi bukit,
    boz terima karyawan magang yang tidak usah di gaji ga?hehe, congrats, very inspirational, thanks

  10. cadik jaya on August 1, 2009 2:16 pm

    topppppppppppp

  11. Maela on December 22, 2009 3:39 pm

    Inspiring banget, hatur nuhun..

Name (required)

Email (required)

Website

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Feel free to leave a comment