link to Telkomsel
link to Telkomsel
link to Telkom Flexi
link to Mentari
link to Matrix
link to IM3
link to XL
link to XL
link to Indosat
link to XL
link to Indosat
link to Esia
link to Fren
link to Esia
link to Fren
link to Fren
link to Three
link to Esia
link to Indosat
link to Indosat
link to XL
link to XL
link to Indosat
link to Indosat
link to Indosat
link to Telkomsel
link to Telkomsel
link to XL
link to Indosat

There are 76 posts and 234 comments on this blog, if you cannot find what you intially looked for, use the search above and press 'go'!


Efek dari Iklan di koran PR hari Sabtu tgl 19 Juli lalu ternyata sangat efektif. Pihak Telkomsel yang cukup panas kupingnya langsung melakukan reaksi atas aksi yang dilakukan beberapa temen2 di Bandung.

Senin sore tlg 21 Juli mulai pkl 17-21 diadakan pertemuan di cafe Kongo yang diprakarsai oleh KBMDT Jabar (Keluarga Besar Mitra Dealer Telkomsel).

Hadir dalam. Pertemuan tersebut, GM Telkomsel Regional Jabar Bpk Daniel Azhari, Manajer Grapari Bandung Bpk Bimo, para staff Tsel Regional Jabar, Grapari Bandung, bos2 dealer Telkomsel di Jabar dan temen2 outlet yang tergabung di dalam KPP Bandung.

Acara yang cukup panjang dan melelahkan sebenarnya hanya sekitar 100 menit untuk membahas hot issue tersebut. Sisanya menunggu kehadiran peserta pertemuan dan makan malam gratis.

Diawali oleh pembukaan yang diwakili Bpk Tono dari salah satu dealer langsung dilanjutkan oleh Bpk Santo dari pihak Dealer juga dan Pak Daniel dari pihak Telkomsel. Yang dikemukakan cukup serupa, hanya membahas masalah cross region secara normatif.

Beberapa point penting yang saya dapat adalah :

a. Cross region terbagi menjadi 2 yakni cross region inner dan outer. Inner dalam arti mengisi nomer luar tapi ada di region kita. Outer mengisi nomer luar yang memang ada di luar (ekspor)

b. Telkomsel belum dapat memfilter by sistem, sehingga cross region inner masih akan diperhitungkan sebagai cross region, hanya saja Telkomsel menyatakan cross region inner pasti masih dalam batas toleransi cross region yg diberikan dealer. Sebagai contoh cross region inner di Jabar angkanya hanya sekitar 3%.

c. Toleransi 10% diberikan kepada dealer di Jabar untuk jumlah max cross region. Meskipun beberapa dealer secara jelas hanya memberikan 5% kepada RS. Sanksi bagi dealer yang melanggar adalah pemotongan alokasi sebesar 40%. Angka toleransi cross region bisa berbeda untuk setiap region.

d. Untuk waktu tertentu angka toleransi cross region bisa dinaikkan, seperti masa liburan sekolah kemarin toleransi cross region naik jadi 15%. Masa lebaran biasanya dibuka total bebas lintas.

e. Hampir semua dealer Jabar sudah memperjuangkan untuk angka toleransi cross region bisa naik hingga 20-30% dengan beberapa pertimbangan yang rasional, namun hal ini masih belum ada follow up nya

f. Telkomsel beralasan pemberlakuan aturan cross region ini sudah melalui kajian yang mendalam di pusat dan diterapkan secara nasional dengan harapan distribusi stok bisa merata dan harga bisa stabil.

g. Telkomsel akan mendukung setiap kegiatan outlet selama tidak menganggu kebijakan Telkomsel

Acara diselingi dengan tanya jawab yang dimanfaatkan oleh 3 orang anggota KPP untuk mengkritisi kebijakan Telkomsel.

Beberapa hal yg diungkapkan penanya antara lain :

a. Menolak regionalisasi
b. Meminta masalah cross region tidak dibebankan kepada outlet sebagai penjual, tapi dialihkan kepada Telkomsel (by sistem)
c. Meminta isolir chip (no signal) jika dibawa ke luar dibuka kembali

Buat saya pribadi pertemuan ini cukup hambar dan menggantung. Hambar dalam artian tekanan-tekanan yang diberikan temen-temen outlet kurang. Gantung dalam artian pertemuan ini tidak menghasilkan banyak hal selain penyataaan Pak Daniel yang berjanji akan menampung dan meneruskan aspirasi kita pusat.

Ya mungkin begitulah kalau kita bertemu pejabat daerah, dengan mudah pejabat daerah berkilah semua keputusan ada di pusat, nanti disampaikan ke pusat.

Apa ini artinya kita harus “serang” ke pusat ???

Masih ada semangat ??

Dwi Lesmana Y

HP : 081931393999 - 081322250000

YM : si_dwiles



Leave a comment or two

This entry was posted on Tuesday, July 22nd, 2008 at 3:58 pm and is filed under Berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


13 Comments so far



  1. YLki on July 22, 2008 11:49 pm

    Telkomsel beralasan pemberlakuan aturan cross region ini sudah melalui kajian yang mendalam di pusat dan diterapkan secara nasional dengan harapan distribusi stok bisa merata dan harga bisa stabil.

    coba minta beliau beliau untuk detil menjelaskan kajian nya.gimana sih?..
    supaya orang gak duga-duga.dan kebijakan itu punya motif..

    Buat saya pribadi pertemuan ini cukup hambar dan menggantung. Hambar dalam artian tekanan-tekanan yang diberikan temen-temen outlet kurang. Gantung dalam artian pertemuan ini tidak menghasilkan banyak hal selain penyataaan Pak Daniel yang berjanji akan menampung dan meneruskan aspirasi kita pusat.

    nah.. maka itu.Pusat mana tau permasalahan / tantangan di lapangan?ko bingung ya?

    tekanan-tekanan yang diberikan temen-temen outlet kurang

    kayannya NC gak

    salam..

  2. Hasil Pertemuan Hot Issue Cross Region di Bandung, 21 Juli 2008 | InfoPulsa on July 24, 2008 5:34 am

    […] Hasil Pertemuan Hot Issue Cross Region di Bandung pada 21 Juli 2008 yang lalu, salah satu poinnya adalah: Telkomsel belum dapat memfilter by sistem, sehingga cross region inner masih akan diperhitungkan sebagai cross region, hanya saja Telkomsel menyatakan cross region inner pasti masih dalam batas toleransi cross region yg diberikan dealer. Sebagai contoh cross region inner di Jabar angkanya hanya sekitar 3%. […]

  3. abang_cool on July 24, 2008 1:20 pm

    duh pantas stok nasional tlkmsel sulit didapat i bulan belakangan ini
    abang_cool
    http://who-want-the-truth.blogspot.com/
    http://kitab-investasi.blogspot.com/

  4. Orang Netral on July 28, 2008 3:45 am

    Rekans..
    Mari kita bersikap lebih bijak atas masalah yang ada ini. coba kita pikir dari banyak sisi, Telkomsel juga punya kepentingan terhadap tingginya cross region tsb, dimana distribusi nasional akan terganggu secara keseluruhan, coba kita cermati lebih dalam jangan hanya menyalahkan Telkomsel. jujur saja toh kita juga besar dari Telkomsel kan…, mari kita saling take & give demi kemajuan perusahaan asli bangsa indonesia ini…Nuhun.

  5. ahmad on July 29, 2008 12:47 pm

    Telkomsel beralasan pemberlakuan aturan cross region ini sudah melalui kajian
    yang mendalam di pusat dan diterapkan secara nasional
    dengan harapan distribusi stok bisa merata dan harga bisa stabil.
    kajiannya gini bos :
    1. asumsi harga beda2 tiap region :
    Dealer region tertentu yg demandnya rendah akan dirugikan(dia gak berani jual murah karena penjualannya rendah) sementara regioan yg demandnya tinggi yang diuntungkan karena
    harga murah (dia berani murah karena penjualan tinggi, yang penting masih ada untung),ujung-ujung stok berantakan dan harga juga begitu.
    kejadian ini persis dialami oleh pemain server bahkan outlet akhirnya terjadi jual sampe harga modal…betul?

    2. asumsi harga sama tiap region :
    telkomsel akan dirugikan karena tidak bisa memainkan harga.

    kesimpulannya telkomsel ingin menjaga dealer dan ingin memainkan harga yang demandnya tinggi
    sehingga diberlakukanlan aturan crossregion. masalah pemain server dirugikan bagi telkomsel tidak masalah
    karena tidak terikat kerjasama.

  6. Orang Netral on July 31, 2008 1:09 am

    Bung Ahmad…

    Analisa anda bagus sekali, tapi menurut saya demand dan supply adalah suatu kondisi yang alami, tidak ada yang dapat mengaturnya secara tepat. menurut saya Telkomsel sejauh ini sudah berusaha untuk menjembatani mekanisme supply dan Demand yang fluktuatif bahkan setiap detiknya. Dealer adalah perpanjangan tangan Telkomsel dalam distribusi, begitupun server. permasalahan yang mendasar mari kita jawab sendiri apakah kita mampu menjual dengan ikut mensupport supply dan demand agar tetap on the track? kalau sangat presisi pemenuhan kebutuhannya dipenuhi kiranya Telkomsel adalah perusahaan malaikat. Betul bung ???..Menurut saya bukan hanya melalui analisa yang dalam Telkomsel menghandle distribusi ini bahkan sudah sangat dalam dan sampai ke akar-akarnya Bung…toh didalamnya bukan orang-orang pengangguran yang tidak punya pendidikan Toh ??..menurut saya mari sekali lagi kita bersikap wise dan bijak serta lihat dari banyak sisi. tak ada gading yang tak retak Bung, oleh karena nya mari kita support terus perusahaan asli bangsa Indonesia ini. kalau meteka (Telkomsel) keliru ya kita bantu luruskan betul ga ???…masalahnya sederhana hanya definisi cross region saja yang kurang detail toh ?? (Cross Inner dan Outer), saya yakin yang dimaksud Telkomsel adalah Cross Outer yang harus dibatasi / direm agar distribusi nasional bisa merata dan proporsioanal.

  7. Irham on August 1, 2008 12:51 am

    Adanya cross region yang dibatasi sangat berpengaruh besar sekali terhadap pemakai jasa maupun penjual m-kios…tapi sebenarnya yang rugi bukan hanya pembeli atau penjual saja…tapi juga telkomsel,..pernah suatu kali ada pembeli di tempat saya dia dulu pengguna telkomsel dari sumatera yang sedang kuliah di ITS…tapi sekarang dia berpindah ke operator lain bukan karena masalah harga atau tarif nya, tapi pengisiannya yang susah, dia mengeluh susah cari konter hp yang mau mengisi pulsa ke nomor dia, kalau toh ada yang bisa kenanya lebih mahal, dari situlah akhirnya dia berpindah ke operator lain, saya kira bukan hanya satu dua orang saja yang seperti itu, karena iTS yang begitu besar dan mahasiswanya dari seluruh indonesia

    *** bisa jadi pertimbangan ***

  8. ahmad on August 1, 2008 1:30 am

    Orang Netral..
    memang dalam cross region itu adalah cross outer yang gak boleh( yg membuat stok & harga berantakan). untuk cross inner dikarenakan terkendala oleh system dimana system ini kesulitan untuk membaca bahwa konsumen itu isi nomer luar tapi di region kita, maka dari itu telkomsel kasih toleransi 10%.
    untuk pemain server memang betul perpanjang tangan itu pasti, jika cross region dicabut maka akan terjadi stok & harga dipasaran tak terkendali. kenapa? karena pemain server ini sangat banyak dan telkomsel susah mendalikannya, secara otomatis supply akan tinggi sementara demand kurang maka hancurlah harga(ini yg telkomsel gak rela). anda lihat aja outlet pada banyak sehingga supply banyak dan demand rendah maka terjadilah banting harga. pertanyaanya apakah pemain server dapat mengendalikan harga di outlet?..tentu tidak. karena itu hukum ekonomi.

  9. danny gume on August 5, 2008 4:34 am

    saya masih berfikir ko aneh.masing dealer beda ngasih aturan nya.jangan - jangan mereka juga juga kecil-kecilan.o iya.. tkhnologi nembak pulsa kemana saja sudah akrab dengan masyarakat.sampai kapan kebijakan pemasaran no lintas.bisa menahan ?
    mengapa tidak pihak jalur pemasaran yang memang kreatif , di suport untuk lbh mapan memasarkan di sana.bukan maksa.. bagi bagi jatah.padahal tekhnis nya sulit.
    mudah mudahan mencerahkan

    regard

  10. DD-NC on August 10, 2008 10:37 pm

    Aturan telkomsel tidak saling mendukung

    Aturan yang di buat harus sejalan dengan kenyataan yg ada.
    Kenyataan dilapangan mayoritas reseller hanya memiliki modal yang terbatas
    oleh karena itu aturan harus low cost.

    Saya coba melihat sedikit aturan tentang Chip M-Kios
    Aturan saat ini bukan agar chip mkios dapat di gunakan reseller kecil yang langsung menjual produk telkomsel ke konsumen , namun lebih menitik beratkan jalur distribusi.
    sangat sulit bagi reseller kecil untuk meiliki chip m-kios dengan aturan yang ada.
    Aturan yang ada hanya mampu di laksanakan bagi reseller besar . artinya hanya pemain server dan reseller yang memiliki konsumen banyak yg mampu memiliki topup isiulang produk telkomsel.
    namun telkomsel tidak melihat sejauh mana daya jual serta expansi pemain server ini.
    kita tahu pemain server ini memiliki sytem yang tidak melihat batas wilayah, tidak melihat sumber produk (ada barang kami jual ngk ada kami cari),serta tidak melihat harga jual(hanya melihat berapa untungnya).
    Inilah aturan yang tidak saling mendukung. aturan yang ada hanya mendukung reseller besar dan pemain server dalam kepemilikan topup isi ulang. namun aturan lain merugikan atau bertolak belakang dengan sistem yang ada padareseller besar dan pemain server

    Sudah jelas aturan cros region sangat bertolak belakang sengan sistem pemain server, Sulit membuat aturan yang melokalisasi batas penjualan bagi pemain server krena tidak ada ikatan langsung antara suplier (Telkomsel)
    dengan pemain server.

    Saya yakin >60% reseller terikat langsung dengan Pemain server bukan dealer atau subdealer. artinya reseller lebih besar dimilik oleh pemain server(secara sistem).

    Klo tekomsel ingin memiliki reseller yah harus ke kita dong..(kata pemain server).Mari kita saling lobi..wkwkwk.

    klo mau cari reseller sendiri belajar dulu ama pemain server…?

    Nih tak kasih bocoran caranya :
    1.Low Cost,jangan gede2 modalnya untuk jadi reseller. Sebagian besar penduduk kita masih di bawah taraf hidup layak.
    2.Simple,Jangan dipersulit untuk menjadi resller, harus ginilah, min segini…max segitu…percentation seginii…. Puzzzing.
    3.Alway On, jangan seminggu bozz, kitangk bisa mempredisi seminggu ini jualan berapa…!.Harusnya setiap hari bisa ngisi.Petamax aja setiap hari masih bisa ngisi kok ini harus setiap hari selasa…pie toh..!

  11. saiaDiiid on August 29, 2008 1:05 pm

    wets..

    setuju DD..
    masa musti ngisi stok seminggu sekali..
    ngaco tuh..

    apa mungkin au gulung tiker??

    pemain pertama yg buka, pemain pertama pula yg gulung tiker..

    reseller pun mikir sampe ribuan kali untuk dapetin Ship M-kois..

    kalau ada yg berani ngasih murah dealernya, reseller juga harus membayar mahal Chip M-kios’y..

    n_n

    pikirin lagi dehh… (u/ T-sel)…

    jualan ko di bates-batesin

  12. waas on September 7, 2008 8:15 pm

    Ini masalah umum negeri kita dimana aparat dan bumn sistem rekrutmennya sangat nepotis, walhasil kebijakan yang dikeluarkan kaya ngga pake otak, tapi pake sumsum tulang belakang (hicks ..)Klo ngatur masalah suplai demand aja ngga bisa, gimana telkomsel mau dagang? apalagi alasan ketidakmampuan bikin program yang menggagalkan transaksi lintas!! Paayaaah!!! Kalah sama server.
    Jadi solusinya nungguin demandnya jadi nol atau cukup kecil,biarlah operator beneran yang bisa tetep dagang. Lagian buat telkomsel yang bagus kan cuma mitosnya,klo masyarakat udah tau sih… yaah siap-siap aja ngalamin kaya honda.

    People power = black campaign againts Tsell

  13. mohammad ali on March 22, 2010 12:53 pm

    jangan takut teman2 transaksi tsel dan xl no 1 dan 2 pada saat itu tp setelah ada kebijakan tsel dgn cross region dan xl dgn kebijakn nya juga sekaran mulai tergeser peringkatnya dengan indosat yg tadinya raking 3 menjadi setara dan utk three di tempat sy cukup signifikan naik transaksinya dan sy pikir nanti2 yg mengeluarkan kebijakan akan ke bakaran jengkot .
    salam

Name (required)

Email (required)

Website

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Feel free to leave a comment